Candlestick, Jendral Bullish dan Pasukannya

Seperti yang telah pernah disinggung , Candlestick dapat digunakan untuk mengetahui kondisi pertempuran dalam rentang waktu (time frame) tertentu. Kita dapat mengetahui apakah pihak Bullish ataukah pihak Bearish yang mendominasi. Dengan mengetahuinya, kita dapat menggunakan strategi yang tepat dalam bertansaksi di bursa saham. Pada gilirannya dapat memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian.

Sebagaimana telah kita ketahui, pertempuran dalam bursa saham terjadi antara dua Jendral besar yakni Jendral Bullish dengan Jendral Bearish. Kedua Jendral ini mempunyai pasukan yang sangat kuat sehingga peperangan yang terjadi sangat menarik dan berlangsung terus-menerus. Pertempuran yang penuh adu strategi dan nyali. Pertempuran terus berlangsung tanpa henti dengan hasil yang sangat bervariasi – kadang pasukan Jendral Bullish yang menang, kadang sebaliknya, dan kadang sama kuat.

Dalam artikel ini mari kita fokus mempelajari bagaimana cara menggunakan bentuk dasar Candlestick untuk mengetahui hasil yang dicapai oleh Jendral Bullish dan Pasukannnya dalam rentang waktu tertentu. Untuk mempermudah, mari kita menggunakan asumsi bahwa rentang waktu pertempuran adalah satu hari. Ingat ini hanya untuk mempermudah saja. Kita tetap bebas menggunakan rentang waktu sesuai kebutuhan. Misalnya 1 minggu atau 1 bulan.

Berikut bagaimana Candlestick menggambarkan kondisi pertempuran yang dilihat dari sudut pandang pasukan Jendral Bullish:

Candlestick Pasukan Jendral Bullish

Dari gambar di atas dapat kita katakan bahwa sebuah Candlestick berbatang putih telah menginformasikan secara detail apa yang terjadi terhadap Jendral Bullish dan Pasukannya selama sehari di medan tempur. Berikut adalah kronologi pertempuran yang telah dilalui oleh Jendral Bullish dan Pasukannya (yang terbaca dari gambar Candlestick di atas):

  1. Jendral Bullish dan pasukannya mulai melakukan penyerangan. Titik ini dapat dianggap sebagai benteng yang digunakan oleh Jendral Bullish untuk memulai serangan terhadap pasukan Jendral Bearish. Kondisi ini menggambarkan harga saham pada saat bursa saham dibuka yang juga dikenal sebagai harga pembukaan (Opening/O).

  2. Kemudian pada suatu saat, pasukan Jendral Bullish dapat dipukul mundur oleh musuh (pasukan Jendral Bearish) hingga jarak tertentu dari titik (benteng) awal penyerangan sebelum pada akhirnya berhasil merangsek maju kembali. Panah kuning menggambarkan jumlah pasukan yang gugur ketika pasukan Jendral Bullish terdesak mundur. Ini menggambarkan harga saham terendah (Low/L) dan selisih dari harga terendah (L) dengan harga pembukaan (O) dalam satu hari.

  3. Pasukan Jendral Bullish menyerang dan dapat mendesak musuh (pasukan Jendral Bearish) jauh ke dalam daerahnya sebelum pada akhirnya mundur kembali karena serangan balasan yang cukup kuat dari pasukan Jendral Bearish. Panah biru menggambarkan jumlah pasukan yang gugur ketika melakukan penyerangan terjauh. Kondisi ini menggambarkan harga saham tertinggi (High/H) dan selisih dari harga tertinggi (H) dengan harga penutupan (Closing/C) dalam satu hari.

  4. Pada akhir hari, pasukan Jendral Bullish telah memenangkan pertempuran dan dapat merebut sebagian besar area dari tangan pasukan Jendral Bearish. Panah hijau menggambarkan kemajuan yang dicapai jika dilihat dari titik (benteng) awal penyerangan. Pada akhirnya pasukan Jendral Bullish dapat membangun benteng baru di sini. Kondisi ini menggambarkan harga saham pada saat bursa ditutup yang dikenal sebagai harga penutupan (C).

Kronologi di atas memberitahu kita bahwa sebuah Candlestick berbatang putih dapat dengan jelas dan tepat menggambarkan bagaimana hasil yang diperoleh oleh Jendral Bullish dan pasukannya dalam periode waktu tertentu. Dalam hal ini, pasukan Jendral Bullish mewakili para pemodal yang berkepentingan agar harga sebuah saham naik. Harga saham sedang dalam kecendrungan bergerak naik dalam hal ini.