Disiplin, Disiplin, dan Disiplin

Sudahkah anda melakukan cutloss? Jika sudah, selamat untuk anda karena telah berhasil menyelamatkan modal yang merupakan hal paling berharga dalam berbisnis saham. Jika belum, maka segeralah melakukan cutloss dan menenangkan diri. Setelah tenang, mulailah menganalisa mengapa anda bisa terlambat untuk cutloss. Jika sudah menemukan jawabannya maka segera perbaiki dan integrasikan dengan sistem trading anda.

Saya sendiri, banyak belajar dari setiap penurunan dalam yang terjadi. Ketika kurang disiplin selalu harus saya bayar mahal dengan beberapa posisi yang nyangkut. Untunglah (biasanya) sebagian besar telah berhasil saya jual pada pembukaan pasar sehingga dapat selamat dari penurunan yang lebih dalam. Dan iya, ini semua karena kurang disiplin dan bukan karena sistem trading yang jelek.

Disiplin dalam Trading Saham

Sistem trading bahkan telah memberikan sinyal untuk menjual saham-saham yang saya miliki sejak seminggu sebelumnya. Sayapun telah mencoba menjual saham-saham tersebut sejak saat itu. Lah, itu kan sudah disiplin mengikuti sinyal dari sistem trading? Terus mengapa saya masih bilang bahwa saya masih kurang disiplin? Ini bukan sekedar mencari alasan bukan? Ternyata ada kesalahan kecil tapi fatal yang saya lakukan.

Saya masih berusaha untuk mendapatkan harga jual yang bagus walau lampu alarm telah berkedap-kedip menandakan ada potensi besar harga akan semakin turun. Ya, saya memasang harga jual yang lumayan tinggi – minimal di atas harga penutupan hari sebelumnnya. Ini terjadi karena saya berharap ada pantulan kucing mati (dead cat bounce) setelah saham tersebut turun. Ini adalah kesalahan fatal karena ternyata harga malah turun sangat dalam.

Ini juga bukti bahwa saya telah tidak disiplin dan harus membayar mahal kesalahan saya dengan tergerusnya portofolio. Jika saya disiplin maka seharusnya menjual pada harga penutupan hari sebelumnnya dan akan banyak modal yang bisa saya selamatkan. Tapi ternyata saya memilih untuk sedikit serakah dengan berharap setidaknya dapat menjual diharga yang lebih bagus. Dan pada akhirnya malah harus menjual diharga yang lebih rendah.

Tidak heran jika berharap adalah masuk ke dalam daftar dosa-dosa tidak termaafkan bagi para trader. Kita seharusnya benar-benar patuh pada sinyal yang dihasilkan oleh sistem trading kita. Jangan menuruti emosi yang timbul. Kita harus disiplin terhadap rencana trading yang sudah kita tetapkan dari awal. Jangan pernah menyimpang jika tidak ingin modal kita tergerus lebih dari yang telah kita harapkan. Sebuah pelajaran mahal yang sangat berharga.

Bagaimana dengan anda? Apakah sudah belajar dari setiap penurunan dahsyat bursa saham yang terjadi?