Jika anda seorang trader/investor di pasar saham Indonesia (BEI/BEJ), niscaya (baca: seharusnya) portfolio anda pasti pernah hijau tebal (alias sangat positif). Itu wajar karena saat itu IHSG menunjukkan bahwa pasar benar benar dalam kondisi sangat bullish. Jika portofolio anda malah negatif, saatnya berpikir ulang apakah anda cocok di bisnis saham.
Istilahnya, monyetpun bisa untung jika dalam kondisi sangat bullish, mengapa anda malah rugi. Jadi itu dah dipastikan bahwa bisnis saham tidak cocok buat anda. Nah, kembali ke topik. Dalam kondisi sangat bullish ini ilmu/teknik apakah yang paling tepat untuk dilakukan? Jawabannya adalah mengikuti trend (follow the trend) sampai akhir.
Jadi tahanlah saham anda (atau malah tambah lagi) selama belum ada tanda-tanda tren turun. Jangan sampai tergoda untuk menjual saham anda. Jangan takut walau ada koreksi minor selama analisa kita menunjukkan bahwa tren masih dalam kondisi bullish. Terus mengikut tren sampai ada sinyal tren tersebut berakhir atau berubah arah.
